Denpasar, 2025 — Bagaimana jika keindahan Indonesia Timur tidak hanya dilihat, tetapi juga bisa dipahami dan direncanakan dengan lebih mudah sejak sebelum perjalanan dimulai? Pertanyaan inilah yang menjadi titik awal kolaborasi riset untuk memperkenalkan pesona pariwisata Indonesia Timur melalui pendekatan digital yang lebih dekat dengan kebutuhan wisatawan masa kini.
Indonesia Timur menyimpan pesona yang selalu mengundang rasa ingin tahu. Gugusan pulau dengan laut biru jernih, desa-desa pesisir yang hidup dari tradisi maritim, hingga bentang alam daratan yang masih alami dan sunyi, menghadirkan pengalaman perjalanan yang berbeda dan berkesan.
Berangkat dari kekayaan itulah, PT Banua Wisata Lestari melalui Godevi terlibat sebagai mitra dalam sebuah riset kolaboratif yang bertujuan memperkuat promosi destinasi pariwisata Indonesia Timur melalui pemanfaatan teknologi digital. Riset ini dilaksanakan oleh Dr. I Nyoman Ariana bersama tim peneliti lintas disiplin yang terdiri dari Putu Perdana Kusuma Wiguna, M.Sc. (Fakultas Pertanian, Universitas Udayana), Dr. Agus Muriawan Putra (Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana), dan Dr. Ika Afianita Suherningtyas (Program Studi Geografi, Universitas AMIKOM Yogyakarta).

Dalam kolaborasi ini, Godevi mendukung upaya menghadirkan cara baru untuk mengenal dan menjelajahi destinasi-destinasi di wilayah timur Indonesia. Bagi Godevi, promosi pariwisata bukan hanya soal menampilkan keindahan visual, tetapi membantu wisatawan memahami cerita di balik setiap tempat, bagaimana mencapainya, apa yang bisa dialami, serta bagaimana merencanakan perjalanan dengan lebih bermakna.
Riset ini mengajak kita melihat Indonesia Timur secara lebih utuh. Raja Ampat menawarkan pengalaman perjalanan antarpulau berbasis wisata bahari, Maluku Tenggara memadukan pesona pesisir dengan kehidupan desa, sementara Merauke menghadirkan perjalanan darat jarak jauh yang membuka lanskap alam, budaya, dan wilayah perbatasan. Setiap wilayah memiliki karakter perjalanan yang berbeda, dan setiap perjalanan punya ceritanya sendiri.
Untuk menerjemahkan keragaman tersebut, tim peneliti menggunakan pendekatan peta digital interaktif (mobile WebGIS). Lewat peta digital ini, destinasi tidak lagi hadir sebagai daftar nama, melainkan sebagai ruang yang bisa dijelajahi, lengkap dengan jalur perjalanan, jarak tempuh, serta keterhubungan antar lokasi yang sebelumnya sulit tergambarkan dalam promosi konvensional.
.png)
Salah satu hasil nyata dari riset ini adalah pengembangan aplikasi “Destination East Indonesia” versi 1.0. Aplikasi ini menampilkan sebaran destinasi wisata Indonesia Timur dalam format mobile, dilengkapi fitur pencarian lokasi, klasifikasi jenis daya tarik wisata, serta informasi destinasi yang terintegrasi dengan navigasi. Melalui aplikasi ini, wisatawan dapat membayangkan perjalanan sebelum benar-benar berangkat, memilih destinasi, memperkirakan waktu tempuh, hingga merangkai rute sesuai gaya berwisata mereka.
Hasil riset juga menunjukkan bahwa tidak ada satu pola perjalanan yang cocok untuk seluruh Indonesia Timur. Setiap daerah membutuhkan pendekatan promosi yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan pengalaman wisata yang ditawarkan. Di sinilah riset dan teknologi bertemu, membantu destinasi bercerita dengan caranya sendiri, lebih jujur, kontekstual, dan dekat dengan realitas perjalanan di lapangan.
Kegiatan riset ini telah resmi diselesaikan dan menghasilkan sistem peta digital pariwisata serta publikasi ilmiah. Lebih dari sekadar luaran akademik, riset ini membuka cara pandang baru tentang bagaimana Indonesia Timur dapat diperkenalkan, bukan hanya sebagai tempat yang indah, tetapi sebagai perjalanan yang bisa direncanakan, dipahami, dan dinikmati dengan lebih baik.
Melalui kolaborasi ini, Godevi menegaskan perannya sebagai mitra strategis yang menjembatani riset, teknologi, dan cerita perjalanan, sekaligus mendukung promosi destinasi pariwisata Indonesia Timur yang lebih informatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Keren